Jumat, 26 Februari 2010

saya dikejar deadline.
apa itu deadline?
bagiku kayak, garis mati!

sengsara... sengsara...
Label : AntiVir pimmy ride Property Tip Blog Template car body design

Sabtu, 20 Februari 2010

Orang Asing Di Kamar Mandi

Pernah tiba-tiba merasa kangen dengan orang yang tidak benar-benar kau kenal?
Tak ubahnya orang asing yang tiba-tiba masuk rumahmu tanpa mengetuk pintu. Kemudian menggunakan kamar mandi tanpa bertanya di mana letaknya. Sebuah bagian dari rumah yang begitu privat. Di mana kau bisa berlama-lama menggosok gigi dan tak ada yang peduli meski kau menelan seluruh busa pasta gigi. Di mana sepuas hati kau dapat mengagumi hidung yang mampu berkompromi dengan bau feses dan mengubahnya sebagai wangi, dan tak seorang pun berhak ikut menikmati.

Perempuan itu masih bisa maklum kalau saat ini hatinya terjangkit romantisme berlebih. Kabut tipis bergulat dengan matahari pagi membentuk tarian berwarna emas di puncak Merapi. Semacam tukang sulap, bimsalabim, tidak ada yang bisa mengelak untuk menjadi pujangga dalam sekejap mata. Alam menyelendupkan kata-kata pada jiwa begitu saja, tak seperti Kamus Besar Bahasa Indonesia yang terlebih dulu mesti dibuka.

Perempuan itu masih akan menikmati romantisme berlebih dan menyempurnakannya dengan sebatang rokok, jika saja ia tak menyadari ada sebuah perasaan yang berjarak dengan dirinya sendiri. Sebuah perasaan asing, pada seseorang yang asing pula. Orang asing? Sebenarnaya begini, sudah jelas namanya siapa, apa pekerjaannya, tinggal dimana, cukup untuk sebuah perkenalan awal. Kemudian berlanjut pada basa-basi biasa, cukup untuk disebut sebagai kenalan. Tapi merasa kangen pada situasi romantisme berlebih pada orang itu, membuat ia merasa perlu menyebutnya sebagai orang asing. Orang asing yang lancang memakai kamar mandi hatinya.

Awalnya ia sangat kesal, tapi ternyata rasa heran menjadi lebih besar jumlahnya. Hingga ia memutuskan menyerah dan berangsur menikmati. Seperti menghisap ganja untuk kali pertama, tersedak, namun kau akan terlena di hisapan berikutnya.

Ia mungkin lupa, pada tahun-tahun yang sudah jauh tertinggal, ia pernah memimpikan sebuah cinta yang ajaib. Em… seperti jatuh cinta pada seseorang yang tanpa sengaja menyenggol tangannya di jalan. Kini, ia mesti gagap ketika impian terlupa itu tegak di hadapannya. Ia tak pernah tahu bahwa dua bulan ke depan, orang asing itu akan menjelma sebagai sosok yang lebih mengenalnya dibanding siapapun. Hingga ia akan lebih memilih membenturkan kepala ke bebatuan Merapi ketimbang menyebut orang itu sebagai orang asing.
Label : AntiVir pimmy ride Property Tip Blog Template car body design


Parangtritis 2
Label : AntiVir pimmy ride Property Tip Blog Template car body design

Jumat, 19 Februari 2010



Parang Tritis
Label : AntiVir pimmy ride Property Tip Blog Template car body design

Jepretan

Aku hampir lupa. Ternyata, dulu sekali aku punya hobi motret. Eh sebenarnya bukan lupa ding, tapi sengaja lupa. Lha gimana bisa lupa, sempet nangkring jadi redaktur poto juga kok. Lha apa sebab jadi sengaja melupa? gara-gara tragedi poto satpol PP.

Aku sedang tidak berselera menceritakan tragedi itu. Mungkin lain kali aja ceritanya. he he he
Jadi aku mo pamer potoku jaman bahela aja.






Label : AntiVir pimmy ride Property Tip Blog Template car body design

Kamis, 18 Februari 2010

Kepompong Belang

Malam itu aku menjadikannya kepompong belang. Hidung peseknya semakin lucu, bersemu merah dibebat dingin.

"Sayang, kok yang terang cuman bagian itu," kepompong belang menunjuk permukaan pantai yang dilumuri keemasan sinar bulan.
"Hah... kan bulannya di sebelah sana pesek. kayaknya aku salah deh milih kekasih, cuma pinter ngitung duit ma pajak doang," aku melet.
"Iiih... kok kekasihnya digituin seh..?!!"
"Biarin," melet lagi.

Akhirnya setelah sekian lama, kepompong belang bisa juga menemaniku menyaksikan bagaimana alam begitu piawai melukis keindahan: bulan tenggelam. Parangtritis memang luar biasa, ia memang tak pernah memiliki sunset yang sempurna. Tapi menyaksikan bulan perlahan rebah, cahaya lembut keemasan membelai ombak di sebelah barat, semua orang akan jatuh cinta.

"Ini pasir langka, sejak ribuan tahun lalu proses pembentukannya bermula. Lahar Merapi, sungai Opak dan Progo, Samudra Hindia, semua bekerja sama membangun gumuk-gumuk sabit. Lihat, pasirnya bergerak kan, lembut."
Aku menunjuk pasir yang bergerak merangkak menjauhi pantai, dimainkan angin dengan lembut.

"Hem..." kepompong belang seakan menikmati duduk di hamparan pasir. Tiba-tiba ia memandangku. Ah tidak, aku menangkap kilauan nakal di matanya.
"Emhh...," aku tak sempat melanjutkan kata-kata. Bibirnya mengunci lekat bibirku, lebih lembut dari pasir Parangtritis.
"Aku bisa memenuhi keinginan Ai kan,"
"Apa?"
"Berciuman di bawah sinar bulan," Puas sekali tampaknya kepompong belang mengucapkan itu.

Aku tergelak. Kepompong Belang masih mengingat hayalanku hampir dua tahun yang lalu. Satu hal yang sangat kukagumi dari kepompong belang adalah ingatannya. Tanggal, bulan, hari, ia bisa ingat dengan detail. Sementara terkadang dengan lugunya aku bertanya padanya, "Sekarang tanggal berapa?"

"Gak usah kagum gitu, kerjaanku memang menuntut sepeti itu."
"GR, siapa yang kagum."

Aku tidak pernah bisa membayangkan seandainya bekerja seperti dia. Teliti, ingatannya tajam, tekun, ah.... bunuh saja aku. Menghadapi meeting dan si bos yang sering bertanya:
"Proyek tiga tahun lalu itu, perusahaan anu ngasih kita berapa ya?"
"Pajak kita tahun 2002 berapa ya?"
Sementara rekan sekerjanya masih ber aa... ee... ria, dalam hitungan detik dia bisa menjawab dengan tepat.
"Nggak tahu, ya ingat aja, kan aku yang ngerjain," enteng sekali kepompong belang menanggapi keherananku.

Kepompong belang emang cerdas, dan aku mencintai kecerdasan. Terlebih dia memberikan rasa nyaman buatku. Bersamanya seperti memimpikan sesuatu yang indah, berharap tak pernah terbangun. Tapi hidup tak melulu tidur. Makanya, selagi belum terbangun, aku akan menikmati sebisaku.

Melupakan bahwa sebelumnya aku berkeliaran di Parangtritis dua hari semalam. Bersenang-senang? menikmati pantai? Tidak sama sekali!
Cuma mendengar umpatan-umpatan pedagang Parangtritis karena aku nekad membikin mereka memutar ingatan pada hari di mana mereka digusur. Memang bukan ditujukan padaku umpatan itu, tapi tetap saja pening kepala dengar orang mengumpat terus-terusan.

Ah, semua hal bisa diredam asal kepompong belang deket-deket aku.
Tulisan tentang penggusuran? nanti dulu
Korban penggusuran Parangtritis? kasihan seh, nanti advokasi lewat tulisan. tapi nanti...
Skripsi belum kelar? ah gampang.
Selama kepompong belang di sampingku, dia akan terus-terusan menyuntikkan virus kepompong belang terus. Aku hilang ingatan akan semua hal, kecuali tentang dia. Dia ajaib, makanya aku mencitainya, amat!
Label : AntiVir pimmy ride Property Tip Blog Template car body design

Perempuan Yang kebetulan Adalah Sahabatku

Aku merasa harus berterima kasih pada lelaki itu. Lelaki yang telah meminang engkau secara utuh, lengkap beserta janin di perutmu. Lelaki yang menawarkan hati untuk pulang, ketika kau terusir dari orang-orang.

Lebaran selalu menumbuhkan rasa tidak nyaman. Orang-orang berdatangan, penuh permintaan ma’af dan sayangnya aku menangkap itu semua sebagai ritual basa-basi yang menyedihkan. Entah siapa sebenarnya yang menyedihkan, orang-orang itu ataukah aku? Bagiku bukan hal penting yang harus dibahas. Satu hal yang pasti, lebaran kali itu kau sungguh mengejutkanku. Kau meninggalkan kebiasaan pulang, seorang bayi mungil menahanmu di sebuah kota. Rumah juga tidak lagi serupa kasur dan bantal empuk yang bisa membuatmu tidur dengan nyaman.

“Tiap kali singgah di Jogja, seperti orang bodoh aku menunggu di depan kampusmu Nyah. Berharap menemukanmu lewat secara tak sengaja,” kau mengucapkannya dengan penuh canda, tapi sampai dihatiku sebagai sebuah godam.

Dulu kita bersahabat dengan baik, bukankah saat ini pun demikian? Kau masih memanggilku dengan sapaan ‘Nyonya’ , persis seperti dulu. Aku tentu tidak akan berkeberatan menemani saat-saat sulitmu. Sayangnya keadaan telah menjadi sulit, aku merasa harus minta ma’af untuk itu.

“Dengarkan saja ceritaku, itu sudah cukup. Atau Nyonya bisa menuliskannya untukku, mungkin sebuah keajaiban bisa membuat lelaki yang membuang benihnya dirahimku membacanya. Setidaknya dia tahu, aku bukan tipe perempuan yang mudah putus asa kemudian membunuh janin di kandunganku. Bukankah Nyonya masih suka menulis, seperti puisi-puisi rayuan yang biasa Nyonya tebarkan semasa SMA dulu?” Rupanya kau tahu benar bahwa aku merasa bersalah, kawan.

Aku menjawabnya dengan tawa, kemudian khusyuk menyimak dongeng getir yang kau tuturkan.

Sekali lagi, hedak kusampaikan rasa terimakasih pada lelaki itu. Aku merasa menyukainya, bukan saja karena dia orang yang mencintai gunung dan reggae, tapi karena dia juga mencintaimu dan anakmu.


Label : AntiVir pimmy ride Property Tip Blog Template car body design

Janji

Akhirnya....
aku (lagi-lagi) menemukan blog yang lama terbengkalai. Setelah kuingat-ingat, ternyata aku telah menjadi manusia biadab yang membikin blog untuk kemudia menelantarkannya.
Auuu.... ampun. Ampun pada diriku dan blog-blog bikinanku.

Baiklah, aku amat merasa bersalah sebenarnya. Nah, mulai detik ini wahai rumah mungilku (blog ku), segenap hati aku akan merawatmu. Aku janji.
Label : AntiVir pimmy ride Property Tip Blog Template car body design