Kamis, 18 Februari 2010
Aku merasa harus berterima kasih pada lelaki itu. Lelaki yang telah meminang engkau secara utuh, lengkap beserta janin di perutmu. Lelaki yang menawarkan hati untuk pulang, ketika kau terusir dari orang-orang.
Lebaran selalu menumbuhkan rasa tidak nyaman. Orang-orang berdatangan, penuh permintaan ma’af dan sayangnya aku menangkap itu semua sebagai ritual basa-basi yang menyedihkan. Entah siapa sebenarnya yang menyedihkan, orang-orang itu ataukah aku? Bagiku bukan hal penting yang harus dibahas. Satu hal yang pasti, lebaran kali itu kau sungguh mengejutkanku. Kau meninggalkan kebiasaan pulang, seorang bayi mungil menahanmu di sebuah kota. Rumah juga tidak lagi serupa kasur dan bantal empuk yang bisa membuatmu tidur dengan nyaman.
“Tiap kali singgah di Jogja, seperti orang bodoh aku menunggu di depan kampusmu Nyah. Berharap menemukanmu lewat secara tak sengaja,” kau mengucapkannya dengan penuh canda, tapi sampai dihatiku sebagai sebuah godam.
Dulu kita bersahabat dengan baik, bukankah saat ini pun demikian? Kau masih memanggilku dengan sapaan ‘Nyonya’ , persis seperti dulu. Aku tentu tidak akan berkeberatan menemani saat-saat sulitmu. Sayangnya keadaan telah menjadi sulit, aku merasa harus minta ma’af untuk itu.
“Dengarkan saja ceritaku, itu sudah cukup. Atau Nyonya bisa menuliskannya untukku, mungkin sebuah keajaiban bisa membuat lelaki yang membuang benihnya dirahimku membacanya. Setidaknya dia tahu, aku bukan tipe perempuan yang mudah putus asa kemudian membunuh janin di kandunganku. Bukankah Nyonya masih suka menulis, seperti puisi-puisi rayuan yang biasa Nyonya tebarkan semasa SMA dulu?” Rupanya kau tahu benar bahwa aku merasa bersalah, kawan.
Aku menjawabnya dengan tawa, kemudian khusyuk menyimak dongeng getir yang kau tuturkan.
Sekali lagi, hedak kusampaikan rasa terimakasih pada lelaki itu. Aku merasa menyukainya, bukan saja karena dia orang yang mencintai gunung dan reggae, tapi karena dia juga mencintaimu dan anakmu.
Label : AntiVir pimmy ride Property Tip Blog Template car body design

0 komentar:
Posting Komentar